Sunday, November 29, 2020
Home Fintech LinkAja Gelar Program Grebek Pasar

LinkAja Gelar Program Grebek Pasar

Must Read

Satelit SATRIA Mundur, Kominfo Minta Perpanjangan Waktu

Techbiz.id - Kondisi pandemi covid-19 yang tengah dialami dunia memunculkan potensi pengunduran jadwal peluncuran Satelit SATRIA-1. Oleh...

Hyundai dan INEOS Kembangkan Bahan Bakar Hidrogen

Techbiz.id - Hyundai Motor Company dan INEOS sepakat bekerjasama mengeksplorasi peluang-peluang baru untuk mengakselerasi penggunaan bahan bakar...

Menyimak Perjalanan Popularitas Oppo Reno

Techbiz.id - Seri Reno menjadi smartphone Oppo yang memiliki popularitas tinggi dan cukup laris di pasaran. Setiap...

Techbiz.idLinkAja menghadirkan program Grebek Pasar Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan transaksi elektronik di pasar tradisional.

Program ini berlangsung di 15 kota di Indonesia, setiap Sabtu dan Minggu untuk 3 hingga 4 pasar per kota selama periode bulan Oktober hingga Desember 2020.

- Advertisement -

Pasar tradisional, yang selama ini menjadi sentra perekonomian daerah, memang menjadi salah satu area prioritas LinkAja dalam upaya pengembangan ekosistem.

Program Grebek Pasar ini ditujukan bagi para pembeli yang menggunakan aplikasi LinkAja atau Layanan Syariah LinkAja sebagai alat pembayaran, maupun pedagang pasar tradisional yang bekerja sama dengan LinkAja Periode pertama yakni di bulan Oktober.

Program ini berlangsung di beberapa kta meliputi Kota Yogyakarta, Semarang, Karawang, Solo, dan Makassar, periode kedua di bulan November, yakni Banjarmasin, Pontianak, Purwokerto, Tegal, dan Pematang Siantar, dan periode ketiga di bulan Desember, yakni Palembang, Cirebon, Tasikmalaya, Padang, dan Aceh.

Baca juga: LinkAja Digitalisasi Produk Halal UMKM

Para pembeli akan ditawarkan  beberapa insentif menarik, seperti ragam merchandise sesuai dengan nominal transaksi, mulai dari Rp 20,000, transaksi Rp 50,000, hingga Rp 100,000.

Selain itu, terdapat cashback bagi para pembeli yang berbelanja di pasar sebesar 20% dengan maksimal nominal Rp 5,000 untuk akun Full Service ataupun Rp 3,000 untuk Basic Service.

Bagi para pedagang pasar, terdapat insentif tambahan sebesar Rp100 dengan minimal transaksi Rp5.000, yang akan dihitung secara akumulatif dengan maksimal nominal Rp100.000 per bulannya.

Beberapa pasar yang berpartisipasi di bulan Oktober 2020 ini di antaranya Pasar Suryo Kusumo Tlogosari, Pasar Udan Riris Tlogosari, dan Pasar Johar Baru di Kota Semarang, Pasar Pabaeng-baeng dan Pasar Panampu di Makassar, Pasar Beringharjo dan Pasar Kranggan di Yogyakarta, Pasar Rebo di Karawang, PGS Solo, Pasar Gede dan Pasar Gawok di kota Solo, dan masih banyak pasar tradisional lainnya yang berpartisipasi hingga bulan Desember 2020.

Direktur Utama LinkAja, Haryati Lawidjaja mengatakan, upaya digitalisasi pasar merupakan salah satu program prioritas LinkAja untuk memperluas kemudahan akses pembayaran elektronik  khususnya pada pedagang pasar dan konsumennya.

“Kami berharap berbagai insentif menarik di Program Grebek Pasar ini, yang ditujukan bagi para pembeli maupun pedagang pasar tradisional, dapat meningkatkan transaksi di pasar tradisional secara progresif, sehingga menghidupkan kembali peran pasar tradisional sebagai pusat aktivitas ekonomi di skala mikro selain tentunya memberikan pengalaman bertransaksi yang lebih mudah, aman, dan nyaman dibandingkan dengan bertransaksi menggunakan uang tunai,” ungkapnya.

Metode pembayaran yang digunakan pada pembayaran di berbagai pasar tersebut telah menggunakan teknologi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), sehingga memungkinkan para pembeli yang berbelanja kebutuhan sehari – hari dapat bertransaksi secara nontunai menggunakan LinkAja maupun Layanan Syariah LinkAja serta beragam operator pembayaran digital lainnya.

Tersedia juga booth LinkAja yang dapat digunakan bagi para pembeli yang ingin menukarkan merchandise setelah berbelanja ataupun ingin isi ulang saldo LinkAja.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Ombudsman: Harus Ada Pengganti BRTI

Techbiz.id - Menyusul dibubarkannya Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) oleh Presiden Joko Widodo, Ombudsman RI menlai harus...

Pengamat: BRTI Bubar, Indonesia Balik Ke Masa Monopoli

Techbiz.id - Pembubaran Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) oleh Presiden Joko Widodo dinilai pengamat telekomunikasi sebagai sebuah langkah mundur.

Jokowi Diminta Batalkan Pembubaran BRTI

Techbiz.id - Presiden RI, Joko Widodo diminta untuk membatalkan pembubaran Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Dalam Peraturan Presiden...

Fitur Populer di Oppo Reno Series

Techbiz.id - Banyak faktor yang menjadi pertimbangan konsumen saat akan membeli perangkat smartphone. Selain dari spesifikasi, desain, dan komposisi kamera, fitur yang tersemat...

SURGE Siapkan Internet Gratis di Ruang Publik

Techbiz.id - Untuk mengurangi kesenjangan akses internet berkualitas dan terjangkau, SURGE sedang mengembangkan jaringan internet gratis untuk publik dan akan selesai dalam...
- Advertisement -

Artikel Terkait