Wednesday, April 21, 2021
Home News Palo Alto Networks Prediksi Keamanan Siber di 2021

Palo Alto Networks Prediksi Keamanan Siber di 2021

Must Read

Jadwal Debut Redmi 10 Kian ‘Dekat’

Techbiz.id - Usai memperluas keluarga Redmi 9 menjadi beberapa varian, kini Xiaomi dikabarkan bakal memulai debut bagi Redmi 10. Menurut...

Tips Bikin Ramadan yang Menyenangkan dengan HP Sejutaan

Techbiz.id - Ramadan selalu jadi momen berkesan bersama dengan keluarga, teman sekelas dulu maupun sahabat masa kini. Untuk kedua kalinya...

vivo Kuasai Penjualan Ponsel Pintar di Pasar Tiongkok

Techbiz.id - Dilansir dari laporan penelitian yang dilakukan oleh Counterpoint, vivo untuk pertama kalinya memimpin pasar ponsel pintar dengan...

Redmi K40 Gaming Edition Jadi Ponsel Gaming Berikutnya

Techbiz.id - Kelangkaan stock chip prosesor ternyata tidak mengurungkan niat Xiaomi untuk merilis ponsel gaming mereka yakni Redmi K40...

Helo Resmi Ramaikan Persaingan Platform Video Pendek Indonesia

Techbiz.id - Setelah masuk ke Indonesia di akhir tahun lalu, aplikasi Helo kini resmi diperkenalkan kepada publik. Aplikasi ini...

Techbiz.id – Tahun 2020 ini dinilai menjadi tahun yang menentukan sekaligus ujian yang sesungguhnya bagi ketahanan digital kolektif.

Menimbang bahwa dampak COVID-19 kemungkinan masih akan dirasakan selama beberapa tahun ke depan, bisnis pun harus mengkaji kembali strategi mereka untuk menavigasi kenormalan baru dalam jangka waktu yang panjang.

- Advertisement -

Dengan meningkatnya ketergantungan kita pada teknologi, seberapa berhasilkah bisnis mengamankan masa depan digital mereka untuk tahun 2021?

Palo Alto Networks pun memberikan prediksinya terkait keamanan siber pada tahun 2021.

Baca juga: 4 Rekomendasi dalam Whitepaper Keamanan Siber Indonesia

Prediksi ke-1, Data Pribadi Makin Tersebar

Meskipun privasi data akan terus menjadi perdebatan, terlebih selama ini muncul kekhawatiran pelanggaran penggunaan data pribadi oleh perusahaan-perusahaan besar dan bagaimana perusahaan-perusahaan terkendala dalam memenuhi standar kelaikan yang diterapkan dalam aturan GDPR, upaya pelacakan kontak yang dilakukan menyadarkan konsumen tentang siapa saja yang punya akses ke data pribadi mereka.

Pelacakan kontak yang ketat yang diinisiasi oleh pemerintah serta akses ke data yang akurat merupakan faktor kunci yang telah membantu ‘melandaikan kurva’ di banyak negara di kawasan Asia Timur. Namun, dengan bertambahnya jumlah infeksi dan gelombang-gelombang baru di banyak negara, riset dari Future Market Insights memprediksi bahwa aplikasi contact tracing akan diluncurkan dengan tingkat 15 persen setiap tahunnya.

Selain dari sektor dan layanan publik, inisiatif yang digalang oleh sektor swasta juga mendukung upaya-upaya serupa. Sistem Apple-Google Exposure Notification, yang bahkan mulai digunakan oleh sejumlah negara, merupakan salah satu solusi yang patut diperhitungkan sekarang.

Prediksi ke-2, Kesiapan 5G

Jaringan 5G mulai diperkenalkan di kawasan ini. iPhone 12 diperkirakan untuk pertama kalinya akan menjadi perangkat berkemampuan 5G yang akan banyak diadopsi. 

Hal tersebut pastinya akan mengakselerasi peluncuran jaringan secara besar-besaran di banyak negara karena industri telekomunikasi akan berupaya untuk menggelar berbagai layanan baru untuk pelanggan dan pemerintah akan memanfaatkan peluang-peluang digital untuk pemulihan ekonomi pada tahun 2021. Namun demikian, masih perlu waktu sebelum pengguna dapat benar-benar merasakan manfaat dari peningkatan kecepatan secara eksponensial dan latensi rendah yang dijanjikan oleh 5G.

Sementara itu, pengadopsian jaringan 5G dari swasta oleh perusahaan mengalami peningkatan pesat. Deloitte memprediksi bahwa sepertiga dari pasar jaringan 5G yang dihadirkan pihak swasta pada kurun 2020–2025, jika diukur dari tingkat belanja dalam dolar, akan datang dari sektor-sektor yang ditengarai akan menjadi pengadopsi pertama, seperti sektor pelabuhan, bandara, dan pusat-pusat logistik lainnya.

Dalam survei yang dilakukan oleh Ciena, 31 persen responden dari kalangan perusahaan di Singapura, Indonesia, Filipina, dan Jepang sepakat bahwa manfaat terbesar 5G adalah dalam kapabilitasnya dalam mendorong terwujudnya transformasi digital serta berbagai aplikasi digital.

Prediksi ke-3, WFH Makin Cerdas dan Aman

Dalam hitungan minggu, transformasi digital akan berubah, dari sekadar ujaran yang diulang-ulang terus, menjadi sebuah kebutuhan untuk terus ‘beradaptasi agar mampu tetap bertahan.’ Solusi kerja jarak jauh makin gencar diterapkan oleh perusahaan-perusahaan di masa pembatasan sosial ini.

Sayangnya, banyak dari solusi ini mengandalkan teknologi lama seperti koneksi VPN yang tidak stabil, alat token fisik, dan gembok digital yang berbasis pada teknologi yang memang tidak dirancang mampu mendukung konektivitas secara simultan. Beberapa di antaranya bahkan hanya menjadi solusi sementara dan bahkan dianggap terlalu kompleks bagi sejumlah karyawan yang tidak paham akan dampak yang diakibatkannya terhadap keamanan siber.

Tetapi jika ada satu saja pembelajaran yang dapat dipetik dari tahun 2020, kerja jarak jauh dalam skala seluas perusahaan memungkinkan untuk diterapkan. Tahun 2021 menjadi tahun di mana semua fokus akan tertuju pada manusia itu sendiri. Tahun yang menawarkan beragam peluang baru bagi bisnis agar terus bertumbuh dan mendukung karyawan menuntaskan tugas-tugas dalam keseharian.

Prediksi ke-4, Menata Strategi Digital

Terjadinya perpindahan ke cloud secara besar-besaran, bukan lagi ditujukan sekadar untuk mendukung tugas-tugas mendasar, seperti email. Makin banyak kegiatan yang divirtualisasikan pada tahun 2021. Hal ini mendorong perusahaan untuk meninjau kembali sistem keamanan di lingkungan cloud yang tengah mereka gunakan.

Meskipun kontrol keamanan jaringan tetap menjadi komponen penting dalam mendukung keamanan cloud, namun perusahaan perlu memperkuatnya dengan lapis tambahan, terutama di lingkup pengelolaan identitas dan manajemen akses (IAM) seiring meningkatnya skalabilitas pada penggunaan cloud di perusahaan.

Tahun ini, para peneliti Palo Alto Networks Unit 42 mengamati bahwa satu kesalahan konfigurasi IAM dapat memungkinkan penyerang menyusup hingga ke seluruh lingkungan cloud dan menembus hampir ke semua kontrol keamanan.

Kesalahan dalam konfigurasi identitas ini ditemukan di banyak akun cloud, yang menunjukkan adanya risiko keamanan yang tidak kecil bagi organisasi, bahkan berpotensi mempengaruhi seluruh lingkungan dalam waktu singkat.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Inikah Wujud Ponsel Lipat Samsung Berikutnya?

Techbiz.id - Samsung dikabarkan menjadi salah satu vendor smartphone yang bersiap merilis ponsel lipat anyar tahun ini. Bocoran terbaru...

Artikel Terkait