Selasa, Desember 6, 2022

Anjlok, Bitcoin Capai Harga Terendah Dalam 10 Tahun Terakhir

Techbiz.id – Harga Bitcoin terus berada pada zona merah. Bahkan kini, Bitcoin telah mencapai titik terendah selama 10 tahun terakhir dalam akumulasi bulanan.

Dilansir dari CNN Business, harga bitcoin anjlok 8 persen pada perdagangan Jumat (28/5). Secara akumulasi bulanan pada Mei ini koin telah anjlok hingga 36 persen, yang merupakan rekor terburuk sejak September 2011.

Harga Bitcoin terus tergerus dengan berbagai kondisi, padahal sempat menyentuh harga 64 ribu US dollar dan mencetak rekor tertinggi (all-time high) bitcoin pada April lalu.

Kondisi itu dimulai dengan CEO Tesla Elon Musk yang berkicau lewat akun Twitternya mengatakan tidak lagi menerima jual beli mobil Tesla dengan bitcoin. Musk menyatakan dirinya khawatir penambangan uang kripto akan berdampak buruk terhadap lingkungan.

Di saat Musk mulai melunak setelah bertemu dengan pendiri MycroStrategy Muchael Saylor untuk melakukan diskusi terkait penambangan kripto, harga Bitcoin kembali diguncang oleh pemerintah China dan pemerintah Amerika Serikat (AS).

Pemerintahan Xi Jinping dalam hal ini melarang lembaga keuangan di negaranya melayani transaksi cryptocurrency. Demikian pula dengan pemerintahan Joe Biden yang melakukan pengetatan pelaporan transaksi aset kripto. Kementerian Keuangan AS menyatakan bakal memberlakukan pajak berat dalam transaksi Bitcoin.

Berpengaruh bagi Kripto lainnya

Kerusakan bitcoin telah meluas ke cryptocurrency lainnya juga. Koin binance, XRP dan Polkadot telah menderita kerugian besar bulan ini.

Namun, Crypto lainnya, terutama ethereum bertahan lebih baik. ETH hanya turun sekitar 6 persen. Sementara, Dogecoin token Meme, yang telah berulang kali dicuitkan oleh Musk, turun sedikit di bulan Mei.

Kendati demikian, Naik turun dalam aset kripto bukan hal baru. Hal ini mendorong situasi yang cukup sulit bagi para trader kripto.

Baca juga: Tesla Belum Jual Bitcoin, Akankah Harganya Kembali Naik?

“Mudah kalau menjadi investor kripto, tapi sangat sulit sebagai trader kripto. Volatilitas sangat tinggi dan bisa menghancurkan dengan sangat mudah,” kata CEO Blockchain.com, Peter Smith.

Harga bitcoin sendiri pernah terjun bebas dari 20 ribu US dollar per koin pada 2017, menjadi 3.500 US dollar per koin pada 2019. Lalu, pada 2011 sebelumnya, Bitcoin juga pernah anjllok dari Agustus hingga Oktober. Saat itu, harga bitoin sempat mencapai 2 US dollar per keping.

Terkait

Artikel Terkait

STT GDC Lakukan Topping Off Pusat Data Pertamanya di Indonesia 

Techbiz.id - ST Telemedia Global Data Centres Indonesia (STT GDC Indonesia) mengumumkan penyelesaian struktur bangunan pusat data pertamanya di...