Tuesday, June 22, 2021
Home Fintech Anjlok, Bitcoin Capai Harga Terendah Dalam 10 Tahun Terakhir

Anjlok, Bitcoin Capai Harga Terendah Dalam 10 Tahun Terakhir

Must Read

Ponsel Pertama Leica, ‘Leitz Phone 1’ Resmi Dirilis

Techbiz.id - Brand asal Jerman, Leica, telah lama berkolaborasi dengan Huawei sebagai partner dalam perangkat besutan Huawei. Namun kini,...

Pasar Smartphone Diprediksi Tumbuh 12 Persen di 2021

Techbiz.id - Pandemi Covid-19 memberikan dampak tersendiri bagi industri smartphone, bahkan belakangan ini sejumlah proses produksi terganggu lantaran adanya...

Realme 8 5G Meluncur di Indonesia, Harganya Rp3 Juta

Techbiz.id - Memenuhi janjinya, realme Indonesia menghadirkan ponsel 5G, realme 8 5G secara daring, Rabu (16/6). Dibanderol dengan harga...

Kantongi TKDN, Ponsel 5G Poco Bakal Rilis di Indonesia?

Techbiz.id - Tak ingin ketinggalan dari Xiaomi, Poco tampaknya segera menyusul dengan merilis ponsel 5G terbaru mereka di Indonesia. Dugaan...

Telkomcel Tambah Layanan Pesan Antar Makanan di MyTimor

Techbiz.id - Perusahaan telekomunikasi di Timor-Leste, Telkomcel menghadirkan MyFood, aplikasi yang memfasilitasi restoran-restoran kecil dan menengah di Dili untuk...

Techbiz.id – Harga Bitcoin terus berada pada zona merah. Bahkan kini, Bitcoin telah mencapai titik terendah selama 10 tahun terakhir dalam akumulasi bulanan.

Dilansir dari CNN Business, harga bitcoin anjlok 8 persen pada perdagangan Jumat (28/5). Secara akumulasi bulanan pada Mei ini koin telah anjlok hingga 36 persen, yang merupakan rekor terburuk sejak September 2011.

- Advertisement -

Harga Bitcoin terus tergerus dengan berbagai kondisi, padahal sempat menyentuh harga 64 ribu US dollar dan mencetak rekor tertinggi (all-time high) bitcoin pada April lalu.

Kondisi itu dimulai dengan CEO Tesla Elon Musk yang berkicau lewat akun Twitternya mengatakan tidak lagi menerima jual beli mobil Tesla dengan bitcoin. Musk menyatakan dirinya khawatir penambangan uang kripto akan berdampak buruk terhadap lingkungan.

Di saat Musk mulai melunak setelah bertemu dengan pendiri MycroStrategy Muchael Saylor untuk melakukan diskusi terkait penambangan kripto, harga Bitcoin kembali diguncang oleh pemerintah China dan pemerintah Amerika Serikat (AS).

Pemerintahan Xi Jinping dalam hal ini melarang lembaga keuangan di negaranya melayani transaksi cryptocurrency. Demikian pula dengan pemerintahan Joe Biden yang melakukan pengetatan pelaporan transaksi aset kripto. Kementerian Keuangan AS menyatakan bakal memberlakukan pajak berat dalam transaksi Bitcoin.

Berpengaruh bagi Kripto lainnya

Kerusakan bitcoin telah meluas ke cryptocurrency lainnya juga. Koin binance, XRP dan Polkadot telah menderita kerugian besar bulan ini.

Namun, Crypto lainnya, terutama ethereum bertahan lebih baik. ETH hanya turun sekitar 6 persen. Sementara, Dogecoin token Meme, yang telah berulang kali dicuitkan oleh Musk, turun sedikit di bulan Mei.

Kendati demikian, Naik turun dalam aset kripto bukan hal baru. Hal ini mendorong situasi yang cukup sulit bagi para trader kripto.

Baca juga: Tesla Belum Jual Bitcoin, Akankah Harganya Kembali Naik?

“Mudah kalau menjadi investor kripto, tapi sangat sulit sebagai trader kripto. Volatilitas sangat tinggi dan bisa menghancurkan dengan sangat mudah,” kata CEO Blockchain.com, Peter Smith.

Harga bitcoin sendiri pernah terjun bebas dari 20 ribu US dollar per koin pada 2017, menjadi 3.500 US dollar per koin pada 2019. Lalu, pada 2011 sebelumnya, Bitcoin juga pernah anjllok dari Agustus hingga Oktober. Saat itu, harga bitoin sempat mencapai 2 US dollar per keping.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Realme Tetapkan Peluncuran Perangkat Dizo pada Juli 2021

Techbiz.id - Realme kini bersiap untuk merilis perangkat pertamanya di bawah sub-brand Dizo, dimana semuanya termasuk ke dalam ekosistem...

Artikel Terkait