Tuesday, June 22, 2021
Home Fintech Tesla Tak Lagi Terima Pembayaran dengan Bitcoin

Tesla Tak Lagi Terima Pembayaran dengan Bitcoin

Must Read

Realme Tetapkan Peluncuran Perangkat Dizo pada Juli 2021

Techbiz.id - Realme kini bersiap untuk merilis perangkat pertamanya di bawah sub-brand Dizo, dimana semuanya termasuk ke dalam ekosistem...

Harga dan Spesifikasi Xiaomi Mi 11 Ultra Indonesia

Techbiz.id - Situasi pandemi tak menghalangi Xiaomi untuk merilis perangkat Flagship andalannya. Dikenal sebagai Xiaomi Mi 11 Ultra, smartphone...

Coinomo Dapat Pendanaan dari Vertex Ventures SEAI

Techbiz.id - Setelah mengakuisisi aplikasi dompet kripto asal Taiwan,  Dapp Pocket dan layanan yield aggregator Cappuu, Coinomo mengumumkan putaran pendanaan baru, yang dipimpin...

Xiaomi Mi 11 Ultra dan Mi 11 Lite Tiba di Indonesia, Ini Harganya

Techbiz.id - Xiaomi kembali meluncurkan smartphone andalannya, yakni Mi 11 Ultra dan Mi 11 Lite secara daring di Indonesia,...

Mendarat di Indonesia, ASUS ROG Phone 5 Dijual Rp9 Jutaan

Techbiz.id - ASUS Republic of Gamers (ROG) akhirnya resmi meluncurkan smartphone gaming terbarunya, ROG Phone 5 Series untuk pasar...

Techbiz.id – Tiga bulan setelah Tesla mengatakan akan mulai menerima cryptocurrency Bitcoin sebagai pembayaran, pembuat mobil listrik itu tiba-tiba berbalik arah.

Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Elon Musk, CEO Tesla melalui unggahan di akun Twitter-nya. Cuitan itu mengatakan Tesla telah menangguhkan penerimaan Bitcoin karena kekhawatiran tentang energi yang dikonsumsi oleh komputer yang melakukan perhitungan untuk mendukung mata uang tersebut.

- Advertisement -

Cryptocurrency adalah ide yang bagus di banyak tingkatan dan kami percaya ini memiliki masa depan yang menjanjikan, tetapi ini tidak bisa berdampak besar pada lingkungan,” tulis Musk, dikutip Kamis (13/5).

“Kami prihatin tentang peningkatan pesat penggunaan bahan bakar fosil untuk penambangan dan transaksi Bitcoin, terutama batu bara, yang memiliki emisi terburuk dari bahan bakar apa pun.” imbuhnya.

Sebelumnya, pada awal tahun ini, Tesla mengumumkan bahwa mereka telah membeli Bitcoin senilai $ 1,5 miliar, bersamaan dengan Musk mengumumkan rencana perusahaan untuk menerima mata uang tersebut. Tesla kemudian menjual sekitar $ 300 juta dari kepemilikan Bitcoin-nya , hasil ini pun menambah keuntungannya pada kuartal pertama.

“Tesla tidak akan menjual Bitcoin apa pun dan kami bermaksud menggunakannya untuk transaksi segera setelah transisi penambangan ke energi yang lebih berkelanjutan,” tulis Musk pada hari Rabu, mengacu pada proses di mana Bitcoin baru dibuat.

Harga Bitcoin turun sedikit setelah pengumuman tersebut, menurut Coindesk, seperti dikutip dari NYTimes, Kamis (13/5). Adapun saat cryptocurrency meledak nilainya, jumlah energi yang digunakan oleh mata uang digital semakin diawasi. Beberapa perkiraan menyebutkan penggunaan energi Bitcoin lebih dari seluruh negara Argentina.

Bahkan, Bill Gates sempat mengatakan bahwa “Bitcoin menggunakan lebih banyak listrik per transaksi daripada metode lain yang dikenal umat manusia, jadi ini bukan hal iklim yang hebat,”.

Baca juga: Susul Apple, OPPO Berencana Garap Mobil

Kendati demikian, Musk sempat mengatakan bahwa Tesla “melihat cryptocurrency lain” yang menggunakan sebagian kecil dari energi yang dikonsumsi oleh Bitcoin. Hal ini sejalan dengan Musk yang telan menjadi promotor Dogecoin, mata uang kripto yang dimulai sebagai lelucon tetapi nilainya meledak.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Realme Tetapkan Peluncuran Perangkat Dizo pada Juli 2021

Techbiz.id - Realme kini bersiap untuk merilis perangkat pertamanya di bawah sub-brand Dizo, dimana semuanya termasuk ke dalam ekosistem...

Artikel Terkait