Tuesday, July 27, 2021
Home Fintech Investree Tawarkan Akses Pembiayaan Bea Cukai dan Pajak

Investree Tawarkan Akses Pembiayaan Bea Cukai dan Pajak

Must Read

Apple Hanya Akan Kenalkan iPhone 5G di 2022

Techbiz.id - Apple ke depannya hanya akan memperkenalkan iPhone dengan dukungan konektivitas 5G. Tepatnya, mulai tahun 2022 mendatang. Menurut laporan...

Cari Talenta Baru, Resso Ajak Musisi Independen Pahami Proses Talent Scouting

Techbiz.id - Ada banyak cara untuk sukses dan menjadi bintang di dunia musik. Kompetisi menyanyi atau band, audisi terbuka,...

Pengguna Vivo Sudah Bisa Nikmati 5G, Begini Caranya

Techbiz.id - Pengguna smartphone Vivo yang telah mendukung jaringan 5G, yaitu vivo V21 5G, vivo X60, dan vivo X60...

TMI: Peluangnya Masih Bagus Untuk Bikin Startup

Techbiz.id - Venture Capiital Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) menilai potensi startup Indonesia untuk berkembang masih sangat positif terlebih saat...

Samsung Galaxy M21 2021 Edition Meluncur dengan 48MP Triple Camera

Techbiz.id - Usai setahun sejak dirilis pada Maret 2020 lalu, Samsung memperkenalkan varian baru dari Galaxy M21 di 2021....

Techbiz.idDigital freight forwarder Andalin mengumumkan kerja sama dengan fintech lending Investree untuk menawarkan akses pembiayaan bea cukai dan pajak bagi para klien Andalin.

Kerja sama ini bertujuan untuk membantu meringankan beban biaya klien agar mereka tidak perlu mengeluarkan biaya besar di awal sehingga manajemen arus kas perusahaan dapat dioptimalkan. Sebagai gantinya, klien bisa mengalokasikan dana tersebut untuk kebutuhan yang lain terlebih dahulu seperti peningkatan kapasitas dan hasil produksi.

Kolaborasi antara Andalin dan Investree ini merupakan terobosan pertama yang ada di bidang rantai pasok di Indonesia dan berfokus pada pemanfaatan digital. Diperkirakan potensi dari pembiayaan bea cukai dan pajak ini mencapai Rp86 miliar (US$6 juta), terutama karena hingga saat ini belum banyak perusahaan teknologi finansial (fintech) yang bergerak di bidang pembiayaan rantai pasok.

“Sebagai perusahaan yang mempunyai keahlian di bidang ekspor dan impor, kami sangat memahami adanya potensi pasar dan kebutuhan yang besar untuk memperkenalkan produk fintech kepada para pelaku usaha yang bergerak di perdagangan internasional,” ungkap Rifki Pratomo, CEO Andalin.

Baca juga: Hadir sejak 2017, Investree Syariah Paparkan Pencapaiannya

Andalin dan Investree melakukan kolaborasi, di mana produk Investree dapat menjadi alternatif pembiayaan untuk kebutuhan ekspor dan impor. Andalin sendiri berperan sebagai eksekutor pengiriman internasional dan verifikator dari transaksi perdagangan internasional tersebut.

Ia melanjutkan, dengan bekerja sama, pihaknya dapat bersama-sama membangun produk finansial yang menarik dan kompetitif sekaligus menerapkan manajemen risiko yang kuat.

“Kami percaya, kolaborasi dengan Investree–yang dimulai dari pembiayaan bea cukai dan pajak–bisa menjadi tahap penting untuk membuat perubahan di bidang pendanaan perdagangan supply chain global,” imbuhnya.

Dari sisi Investree sendiri, penguatan kemitraan dengan rekanan baik yang sudah ada maupun baru menjadi salah satu strategi yang dijalankan demi mendukung pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar semakin meluas. Apalagi pada 2021 ini, Investree kian berfokus pada pembiayaan rantai pasok yang secara model menguntungkan pihak-pihak yang terlibat sehingga dapat tumbuh bersama-sama. 

Dalam kerja sama Investree dengan Andalin, Investree menerapkan skema PayLater yang dapat digunakan oleh klien Andalin untuk membiayai customs clearance dan third party invoice.

Produk pembiayaan yang digunakan merupakan Buyer Financing di mana pihak Andalin memvalidasi jumlah pembiayaan yang harus dibayarkan dan Investree mencairkan dana kepada Andalin untuk kemudian diteruskan untuk kebutuhan pembiayaan pelaku UKM.

Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, mengatakan, saat ini, komposisi Pemberi Pinjaman atau Lender Institusi di Investree sudah mencapai lebih dari 60%. Pihaknya optimis bahwa sektor ini juga dapat diserap dengan baik oleh teman-teman Lender institusi sehingga semakin banyak teman-teman pelaku UKM dari ekosistem atau klien Andalin yang terbantukan.

“Penyaluran pembiayaan dengan skema PayLater sendiri sudah Investree terapkan dan lakukan dengan beberapa rekanan dan hasilnya hingga kini sangat positif. Dengan menyediakan akses yang lebih mudah dan cepat, kami yakin, kerja sama yang Investree lakukan dengan Andalin ini dapat berjalan dengan baik dan tentunya kaya manfaat dalam mendorong peningkatan UKM agar mampu melampaui batas dan semakin berkembang bisnis ekspor impornya,” ungkapnya.

Bantuan pembiayaan yang disalurkan oleh Investree melalui Andalin diharapkan mampu membuat UKM yang ada dalam ekosistem Andalin bangkit dan pulih di tengah situasi pandemi terutama dalam meningkatkan posisi modal kerja, mengurangi risiko rantai pasok, dan mendukung pertumbuhan bisnis mereka. Sementara itu, pencairan dana dari Investree dapat dilakukan secara cepat sehingga tidak memerlukan proses yang rumit dan bisa digunakan sewaktu-waktu saat dibutuhkan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Resmi di Indonesia, Ini Spesifikasi Samsung Galaxy M32

Techbiz.id - Samsung Galaxy M32 akhirnya secara resmi telah dijual di Indonesia. Ponsel pintar ini dipasarkan seharga Rp 3...