Kamis, September 29, 2022

Investree  Tumbuhkan Pengusaha Mikro Melalui Digitalisasi

Techbiz.id – Investree mengajak para pemilik ekosistem/platform serta calon rekanan untuk bersinergi memberikan akses pinjaman mudah, cepat, dan terdigitalisasi bagi pelaku usaha mikro dari Sabang sampai Merauke.

Pilot project pinjaman jenis ini menurut Chief Product & Innovation Officer Investree, Andi Andries, sebetulnya sudah berjalan sejak kuartal 4 tahun 2020, di mana pada periode pandemi tersebut, Investree meresmikan kerja sama pembiayaan dengan salah satu rekanan strategis yaitu eFishery.

Pada tahap awal, Investree mendukung program “Kasih Bayar Nanti (Kabayan)” sebagai komponen utama dari eFisheryFund. eFisheryFund merupakan platform digital dengan fasilitas pembiayaan yang ditawarkan oleh eFishery bekerja sama dengan Investree, dan dirancang khusus untuk para pembudidaya.

Di dalamnya terdapat fitur Kabayan berupa program cicilan yang dapat dimanfaatkan oleh para pembudidaya untuk memperoleh produk eFishery seperti auto-feeder dan pakan ikan. Kini, kolaborasi Investree dan eFishery memasuki babak baru dengan mengandalkan digitalisasi. 

“Investree menyadari potensi UMKM dari sektor perikanan dan maritim terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup besar, menjadikan kami optimistis memelihara kerja sama dengan eFishery,” ucapnya.

Sekarang Investree dan eFishery telah mengembangkan kerja sama dan berintegrasi secara API (application programming interfaces) untuk memberikan terobosan kemudahan bagi para pembudidaya dalam proses mengajukan pinjaman.

Jadi, pembudidaya dapat langsung membeli feeder dan pakan ikan dari aplikasi eFisheryKu, kemudian memilih pembayaran secara cicilan dengan memanfaatkan Pinjaman Usaha Mikro dari Investree. Kemudahan akses keuangan melalui digitalisasi ini diharapkan dapat menstimulasi lebih banyak UMKM pembudidaya ikan dalam meningkatkan usahanya.

Integrasi sistem yang dimiliki oleh Investree dan eFishery, memungkinkan pembudidaya memesan langsung feeder dan pakan dari aplikasi eFisheryKu, lalu mengajukan pembiayaan kepada Investree melalui aplikasi tersebut.

Berbagai keunggulan Pinjaman Usaha Mikro antara lain nominal pengajuan rendah Rp1 juta hingga Rp2 miliar, asesmen sampai pinjaman disetujui relatif cepat (untuk pembudidaya eFishery 10 menit), pencairan kilat, dan dapat diakses melalui kemudahan teknologi, seperti aplikasi eFisheryKu pada kelanjutan kerja sama Investree dan eFishery. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh para pelaku usaha di seluruh pelosok Tanah Air asalkan mempunyai jaringan internet. 

Pulau Bali menjadi salah satu wilayah yang hampir semua area/point-nya telah memaksimalkan sinergi Investree dan eFishery. Dengan kata lain, para pembudidaya ikan dari ekosistem eFishery di Bali, sudah melek dan mandiri dengan pemanfaatan aplikasi eFisheryKu untuk membeli kebutuhan sekaligus mengakses Pinjaman Usaha Mikro dari Investree. 

Ditemui di lokasi tambaknya, pembudidaya ikan nila sukses asal Bangli, Kintamani, Wayan Warjaya, menuturkan sejak 2010 dirinya telah membangun tambak ini dan beberapa tantangan kerap ditemui, mulai dari pemasaran ikan hingga permodalan. Apalagi saat pandemi datang, kami kesulitan mendapatkan modal untuk membeli pakan.

“Setelah Tim eFishery berkunjung ke Kintamani untuk memperkenalkan aplikasi eFisheryKu dan dukungan pembiayaan dari Investree, kami bergabung dan merasakan ada perubahan signifikan pada usaha kami. Tambak ini perlahan bangkit dan kendala permodalan dapat teratasi dengan mudah,” ungkapnya.

Sinergi positif yang dilakukan oleh Investree dan eFishery diharapkan mampu mendorong potensi UMKM di sektor kelautan dan maritim sehingga tercipta ekosistem digital yang lebih baik. Lebih jauh lagi, melalui peluncuran Pinjaman Usaha Mikro ini, Investree berkomitmen untuk terus menciptakan inovasi yang mampu memudahkan para wirausaha mikro dalam memperoleh akses pembiayaan, terutama yang berbasis digital.

Sesuai kampanye #KolaborasiuntukTumbuh, semangat Investree adalah membantu UMKM menumbuhkan usahanya dan membuat mereka lebih tangguh menghadapi segala tantangan, sekaligus meningkatkan inklusi keuangan yang nyata. 

Baca juga:

Terkait

Artikel Terkait

Rimba Jadi Motor Listrik untuk Penjaga Hutan

Techbiz.id - Manufaktur motor listrik, Charged Indonesia, meluncurkan motor listrik yang diberinama Rimba, khusus untuk para penjaga hutan pertama...