Minggu, Oktober 17, 2021
Beranda Fintech Survey: Uang Elektronik Bantu UMKM Selama Pandemi

Survey: Uang Elektronik Bantu UMKM Selama Pandemi

Must Read

Harga dan Spesifikasi Realme 7 Pro di Indonesia

Techbiz.id - Realme resmi merilis anggopta baru keluarga Realme 7 Series. Smartphone bernama Realme 7 Pro ini hadir sebagai...

Vivo Gelar Hoki Salebration Sambut Imlek 2020

Techbiz.id - Vivo menghadirkan Hoki Salebration untuk setiap pembelian smartphone vivo untuk menyambut Imlek 2020. Promo menarik ini dihadirkan selama 22-30 Januari 2020...

Ada Promo Menarik dari OPPO di Shopee Super Brand Day

Techbiz.id - OPPO bersama Shopee kembali menghadirkan Shopee Super Brand Day mulai 30 Juni hingga 2 Juli 2021 yang akan memberikan...

Sempat Down, Facebook, Instagram dan WhatsApp Kini Kembali Pulih

Techbiz.id - Setelah terpantau down pada Senin (4/10/2021) malam, layanan Facebook, Instagram dan WhatsApp kini berangsur pulih. Sejumlah pengguna layanan...

Layanan VoLTE Telkomsel Kini Hadir di 219 Kota

Techbiz.id – Telkomsel terus memperluas jangkauan layanan Voice over Long-Term Evolution (VoLTE) di Indonesia dan sudah dapat dinikmati di 219 kabupaten/kota dari...

Vivo Z1 Hadir dengan Varian RAM Baru

TechBiz - Semakin menjawab kebutuhan akan konsumen untuk smartphone dengan performa dan spesifikasi yang tangguh untuk berbagai kebutuhan, vivo siap...

Techbiz.id – Pelaku UMKM mengaku banyak merasakan dampak positif dari hadirnya uang elektronik, seperti meningkatkan transaksi, pencatatan keuangan yang lebih teratur, dan meningkatkan literasi keuangan dengan membuka akses terhadap layanan keuangan perbankan dan digital.

Oleh karenanya semakin banyak Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ikut mengadopsi metode pembayaran menggunakan uang elektronik berbasis aplikasi, salah satunya OVO.

Hal tersebut terungkap dalam survei yang dilakukan oleh CORE Indonesia terhadap 2.001 UMKM mitra di 12 kota di 8 provinsi pada awal 2021.

Hasil studi memperlihatkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM yang dijadikan responden merasa terbantu sejak bergabung di platform pembayaran digital OVO. Yang menarik, perbaikan yang dialami tidak hanya terkait fasilitas pembayaran nirtunai sebagai alternatif bagi pelanggan yang ingin menghindari penggunaan uang tunai.

Sebagian besar responden survei juga melaporkan peningkatan transaksi harian dan pendapatan bulanan, serta kini lebih sering menggunakan layanan perbankan jika dibandingkan sebelum bergabung dengan OVO.

Baca juga: OVO Bidik Pelanggan McDonald’s Sediakan Pembayaran Digital

Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah memaparkan sebanyak 73 persen UMKM sekarang ini lebih sering menggunakan uang elektronik untuk bertransaksi. Sekitar 70 persen UMKM mengalami peningkatan transaksi harian dengan rata-rata kenaikan hingga 30 persen.

Rata-rata pendapatan per bulan pun meningkat 27 persen bagi 68 persen responden yang mengalami peningkatan pendapatan setelah bergabung dengan OVO.

“Sementara ekosistem OVO seperti Grab juga memberikan dampak ekonomi sosial yang signifikan bagi UMKM di tengah pandemi COVID-19. Sekitar 91 persen pelaku UMKM yang disurvei telah terhubung dengan ekosistem luas OVO, dan mendapatkan manfaat nyata dengan rata-rata kontribusi ekosistem OVO mencapai 18 persen dari total penjualan mereka.” kata Piter Abdullah.

uang elektronik umkm

Ekonom Senior dan Founder CORE Indonesia, Hendri Saparini menjelaskan, dari survei CORE diketahui bahwa ternyata perilaku pelaku usaha dapat menyesuaikan dengan transformasi digital yang ada.

“Jadi, tidak perlu khawatir bahwa perubahan perilaku tidak diikuti oleh pelaku usaha, khususnya UMKM. Kenyataannya, pelaku usaha juga cepat mengadopsi inovasi di bidang digitalisasi pembayaran. Selanjutnya ini menjadi aset bagi pemerintah, karena digitalisasi pembayaran ini menghasilkan big data yang luar biasa,” kata Hendri Saparini.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi & UKM Eddy Satriya mengapresiasi riset CORE Indonesia ini. Adopsi pembayaran digital semakin kencang seiring dengan pandemi COVID-19, khususnya terpengaruh berbagai pembatasan mobilitas.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peranan penting sebagai roda penggerak ekonomi, terutama di negara-negara berkembang. Menurut Badan Pusat Statistik, lebih dari 64 juta UMKM Indonesia berkontribusi sekitar 61 persen bagi PDB nasional.

Eddy juga mengutarakan, digitalisasi pembayaran tidak hanya bermanfaat bagi pelaku UMKM tetapi juga masyarakat luas. Dengan kata lain, digitalisasi pembayaran berdampak besar bagi upaya pemajuan bangsa. Kemenkop UKM pun optimistis atas target 30 juta pelaku UMKM bertransformasi ke digital pada 2023.

“Kami optimistis target tersebut bisa tercapai. Kami terus mengumpulkan secara langsung UMKM untuk dibimbing sehingga kapasitas produksi mereka terus menjadi lebih baik sejalan dengan perbaikan kualitas,” tutur Eddy.

Terkait

Artikel Terkait

Terbaru

Bersama ROG, IKEA Hadirkan Furnitur Gaming di Indonesia

Techbiz.id - Berkolaborasi dengan Republic of Gamer (ROG), IKEA meluncurkan furnitur gaming di Indonesia. Serangkaian furnitur ini meliputi kursi,...