Monday, March 1, 2021
Home Business Update Xiaomi Catat Sejumlah Pencapaian di Q1 2020

Xiaomi Catat Sejumlah Pencapaian di Q1 2020

Must Read

Di Likee, Perempuan Ini Bisa Raup Puluhan Juta Rupiah

Techbiz.id - Seorang perempuan bernama Uchi mengaku mendapat gaji puluhan juta dan kehidupannya berubah drastis setelah ia menjadi content...

Aturan Turunan PP Postelsiar Harus Redam Konten Negatif

Techbiz.id - setelah terbitnya PP No 46 tahun 2021 tentang Postelsiar tantangannya sekarang adalah bagaimana Pemerintah dapat membuat aturan...

Milenial Berharap Kecepatan 5G Capai 100 Kali Lipat dari 4G

Techbiz.id - Hampir setengah dari milenial (lahir antara tahun 1983-1996) dan Gen Z berharap kehadiran 5G secara merata sehingga...

TikTok Rilis Lagu Orisinal Pertamanya

Techbiz.id - TikTok meluncurkan lagu orisinal pertama ke publik. Lagu berjudul "Terpikat Senyummu" dinyanyikan oleh Brigita Meliala (@idgitaf), yang baru...

Smartfren Bagi-bagi Rejeki Wow Buat Pelanggan

Techbiz.id - Setelah sukses dengan program meraih mimpi rumah milyaran di Tahun 2020 dengan Smartfren WOW, kini di Tahun...

Techbiz.id – Xiaomi Corporation (“Xiaomi” atau “Grup”; kode saham:1810), mengumumkan bahwa kini perusahaan berada pada peringkat 384 dalam daftar Forbes Global 2020 atau naik 42 peringkat dari tahun sebelumnya. Pencapaian ini terwujud berkat pertumbuhan yang solid dari seluruh lini bisnis sepanjang tahun 2019.

Menurut daftar tersebut, Xiaomi membukukan pendapatan sebesar 29,8 miliar dolar AS (setara 447 triliun Rupiah), laba 1,5 miliar dolar AS (setara 22,5 triliun Rupiah), aset sebesar 26,4 miliar dolar AS (setara 396 triliun Rupiah), dan kapitalisasi pasar sebesar 31,5 miliar dolar AS (setara 472,5 triliun Rupiah).

- Advertisement -

Pada tahun 2019, Xiaomi Corporation membukukan pendapatan melampaui 200 miliar renminbi untuk pertama kalinya, tepatnya 205,8 miliar renminbi (setara 432,8 triliun Rupiah) atau naik 17,7 persen year-on-year, menggambarkan tingkat pertumbuhan tahun majemuk (CAGR) selama 9 tahun sebesar 112 persen. Pencapaian laba bersih setelah disesuaikan berhasil melampaui ekspektasi pasar dengan angka 11,5 miliar renminbi (setara 24,2 triliun Rupiah) atau naik 34,8 persen year-on-year.

“Selama satu tahun terakhir, kami membuat penyesuaian terhadap brand, portofolio produk, struktur organisasi dan sistem manajemen. Selama masa transisi 4G hingga 5G, kami mencapai tingkat inventaris yang sehat. Kami mempercepat ekspansi internasional kami dengan hampir setengah dari pendapatan kami yang sekarang berasal dari luar China, menjadikan Xiaomi sebagai perusahaan yang benar-benar global,” ungkap Pendiri dan CEO Xiaomi Lei Jun.

Meskipun industri teknologi menghadapi tantangan berat, dipaparkan Lei Jun, Xiaomi masih menunjukkan pertumbuhan meskipun pasar sedang turun. Petysahaan pun akan melanjutkan fokus pada strategi ‘5G + AIoT’ dan meningkatkan investasi untuk memungkinkan semua orang di seluruh dunia dapat menikmati kehidupan yang lebih baik melalui teknologi yang inovatif.

Menurut laporan terbaru dari sejumlah lembaga penelitian, pengiriman smartphone Xiaomi mencatat pertumbuhan pada kuartal pertama (Q1) 2020 meski pasar mengalami penurunan. Menurut Canalys, pengiriman smartphone di seluruh dunia mengalami penurunan 13% YoY menjadi 272 juta unit, tetapi Xiaomi masih mencatat pertumbuhan 9% pada periode itu, mengungguli produsen smartphone besar lainnya.

Peringkat pangsa pasar naik menjadi 11,1%, secara konsisten bertengger di peringkat empat besar global. Sementara menurut IDC, pengiriman smartphone di seluruh dunia turun 11,7% YoY menjadi 276 juta unit, tapi pengiriman smartphone Xiaomi masih meningkat 6,1% dengan pangsa pasar 10,7%.

Pada 2019, pendapatan dari luar China mencapai 91,2 miliar renminbi (setara 191,9 triliun Rupiah) terhitung 44,3% dari total pendapatan Grup. Hingga tanggal 31 Desember 2019, produk Xiaomi telah dijual lebih dari 90 negara dan wilayah.

Xiaomi juga melaporkan akan meluncurkan setidaknya 10 smartphone didukung teknologi 5G seperti dijadwalkan pada tahun ini, dan meningkatkan pengeluaran riset dan pengembangannya menjadi 10 miliar renminbi (setara 20,9 triliun Rupiah).

Dalam lima tahun mendatang, investasi terhadap 5G + AIoT akan meningkat dari 10 miliar renminbi menjadi lebih dari 50 miliar renminbi (setara 104,8 triliun Rupiah), untuk memastikan dominasi pada bidang gaya hidup yang pintar. Sembari berekspansi ke pasar premium, Grup akan tetap pada misinya yaitu menyediakan produk yang luar biasa dengan harga yang sebenarnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Tandingi Clubhouse, Spaces dari Twitter Kini Hadir Bagi Pengguna Android

Techbiz.id - Selangkah lebih maju daripada Clubhouse, kini aplikasi serupa besutan Twitter, Spaces mulai hadir di platform Android. Adapun pesaing...

Artikel Terkait