Thursday, April 22, 2021
Home Fintech Investree Bantu UKM Hadapi Fase Transisi Kenormalan Baru

Investree Bantu UKM Hadapi Fase Transisi Kenormalan Baru

Must Read

XL Axiata Salurkan Bantuan Bencana NTT dan Jatim

Techbiz.id - Tim XL Axiata menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam badai Seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan...

Wujud Asli iPhone 13 Mini Terkuak, Ini Detilnya

Techbiz.id - Rumor mengenai iPhone 13 terus bergulir. Kali ini giliran wujud asli dari iPhone 13 Mini yang terungkap...

Tips Bikin Ramadan yang Menyenangkan dengan HP Sejutaan

Techbiz.id - Ramadan selalu jadi momen berkesan bersama dengan keluarga, teman sekelas dulu maupun sahabat masa kini. Untuk kedua kalinya...

Laptop Predator Kolaborasi Bareng Never Too Lavish

Techbiz.id - Setelah sukses menggandeng seniman Darbotz, laptop Predator kembali hadir dengan terobosan dan inovasi terbaru untuk mendukung para...

Solusi Mencuci Pintar dengan Samsung Smart EcoBubble Washer

Techbiz.id - Samsung Electronics Indonesia menghadirkan solusi mencuci pakaian yang bersih sekaligus juga hemat daya dengan meluncurkan mesin cuci Samsung...

Techbiz.id – Investree siap mendukung UKM agar mampu beradaptasi di fase transisi ke ormalan baru dengan memberikan pendampingan finansial bagi UKM Indonesia terutama mereka yang terkena dampak COVID-19.

Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, mengatakan bahwa selama fase transisi, UKM akan membutuhkan inovasi dan teknologi yang dapat mendukung proses adapstasi serta penerapan kebijakan tersebut.

- Advertisement -

Selama fase transisi, menurut Adrian peran fintech dalam melayani kebutuhan UKM terpusat dalam inovasi melalui teknologi yang akan memudahkan kolaborasi serta peningkatan keamanan. Fase transisi ini krusial bagi UKM-UKM Indonesia.

“Kami siap mendukung mereka untuk kembali bertumbuh dengan menyediakan akses permodalan yang lebih mudah bagi mereka,” tambah Adrian.

Investree saat ini sudah menyiapkan sistem pendanaan yang komprehensif yang dapat mendukung UKM yang kesulitan dalam memperoleh pendanaan untuk menjalankan usahanya kembali

Baca juga: Investree Danai Proyek APD Bagi UKM

“Investree sangat memahami kebutuhan UKM dalam sisi finansial terutama selama fase transisiMaka dari itu, kami telah mempersiapkan bisnis dan menyediakan produk pinjaman yang sesuai dengan situasi dan kebutuhan UKM. Kami optimis Investree mampu dukung UKM-UKM Indonesia yang bisnisnya terdampak pandemi COVID-19 dan membantu mereka stabilkan kembali keadaan finansial bisnis,” ujar Adrian.

Investree percaya diri mampu terus mendukung UKM-UKM yang sedang kesulitan dalam memperoleh pendanaan di fase transisi ini karena bahkan saat pandemi menyerang, bisnis Investree tetap stabil bahkan meningkat.

Dicerminkan oleh peningkatan angka pinjaman yang disalurkan dibandingkan dengan sebelum kasus COVID-19 pertama diumumkan yaitu pada tanggal 2 Maret 2020.

Terhitung sejak awal bulan Maret hingga akhir April 2020, terjadi kenaikan rata-rata per bulannya sebesar 6% dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca juga: Perdana, Investree Pasarkan Sukuk Negara Ritel Seri SR012

Untuk mendukung para pelaku UKM selama fase transisi, perusahaan teknologi keuangan yang telah menyalurkan total fasilitas pinjaman lebih dari lima triliun rupiah ini fokus pada penyaluran pinjaman yang berdasarkan skema produk rantai pasokan seperti Invoice Financing dan Pre-invoice Financing yang sangat sesuai dengan situasi dan keadaan UKM yang perlu beradaptasi di fase transisi dan sedang memulai menghidupkan kembali aktivitas bisnisnya.

Dengan kedua produk tersebut, pelaku UKM bisa memanfaatkan tagihan yang sedang berjalan, sesuatu yang dulunya merupakan aset tidak produktif kini menjadi sumber pembiayaan.

Ditambah lagi, dengan menyediakan produk berbasis invoice tersebut, Investree turut memfasilitasi permintaan yang tinggi dari instansi penyedia alat-alat kebutuhan medis untuk pengadaan di RSUP dan RSUD seluruh Indonesia melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang berkaitan langsung dengan penanganan COVID-19. 

Selain itu, Investree juga membangun kemitraan dengan rekan-rekan yang berada di ekosistem untuk untuk memudahkan penyaluran pembiayaan kepada para Borrower, menyediakan pinjaman yang semakin terjangkau dengan tingkat risiko yang lebih terukur.

“Memperluas dan memudahkan akses pembiayaan bagi UKM-UKM di Indonesia agar semakin berdaya adalah misi Investree sejak pertama kali berdiri dan kolaborasi dengan rekanan-rekanan profesional merupakan upaya kami untuk merealisasikan misi tersebut,” lanjut Adrian.

Ditambah lagi, Investree sedang menghelat kampanye bertajuk #UKMTangguh yang ditujukan untuk para Borrower, agar pelaku UKM dapat memanfaatkan produk pinjaman Investree untuk melewati masa sulit akibat COVID-19 dan kembali bertumbuh selama fase transisi.

Saat iniInvestree juga berusaha maksimal agar dana Lender tetap aman. Upaya yang dilakukan oleh Investree agar hal itu terjadi adalah dengan hanya menyediakan pembiayaan berkualitas dengan menyeleksi Borrower melalui sistem credit-scoring yang modern dan melihat kredibilitas dari Borrower serta menganalisis kemampuannya untuk membayarkan pinjaman.

“Hingga saat ini, kualitas pembiayaan di Investree masih terjaga dengan baik sehingga Lender tidak perlu khawatir,” ujar Adrian.  

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Wujud Asli iPhone 13 Mini Terkuak, Ini Detilnya

Techbiz.id - Rumor mengenai iPhone 13 terus bergulir. Kali ini giliran wujud asli dari iPhone 13 Mini yang terungkap...

Artikel Terkait