Sunday, November 29, 2020
Home Telco Spectrum Sharing Dibutuhkan Untuk Industri 4.0

Spectrum Sharing Dibutuhkan Untuk Industri 4.0

Must Read

Satelit SATRIA Mundur, Kominfo Minta Perpanjangan Waktu

Techbiz.id - Kondisi pandemi covid-19 yang tengah dialami dunia memunculkan potensi pengunduran jadwal peluncuran Satelit SATRIA-1. Oleh...

Ada Promo Akhir Tahun untuk Perangkat AIoT realme

Techbiz.id - Untuk menyambut liburan akhir tahun, realme kembali memberikan kejutan kepada penggemarnya dengan menggelar realme Payday Promo...

Menyimak Perjalanan Popularitas Oppo Reno

Techbiz.id - Seri Reno menjadi smartphone Oppo yang memiliki popularitas tinggi dan cukup laris di pasaran. Setiap...

Techbiz.id – Dalam menerapkan industri 4.0, pelaksanaan berbagi spektrum (spectrum sharing) diyakini sebagai suatu keniscayaan.

Menurut Merza Fachys President Director Smartfren Telecom Tbk, spectrum sharing untuk penerapan teknologi baru sangat dibutuhkan ketika bangsa Indonesia ingin menerapkan 5G.

- Advertisement -

Sebab untuk menerapkan teknologi baru ini membutuhkan spektrum frekuensi yang sangat besar (minimal 100 MHz). Merza menceritakan, saat ini di Indonesia sudah tidak ada lagi spektrum frekuensi kosong yang dapat dipergunakan untuk mengimplementasikan layanan 5G.

Baca juga: Implementasi 5G Perlu Dukungan RUU Cipta Kerja

Sehingga ketika Indonesia hendak menerapkan Industri 4.0 dengan menghadirkan layanan 5G, mau tidak mau pelaku usaha harus melakukan kolaborasi spektrum frekuensi.

Dengan menerapkan spectrum sharing sebagaimana diatur dalam UU Cipta Kerja ini, menurut Merza akan terjadi percepatan penggelaran infrastruktur telekomunikasi.

Merza yang juga Wakil Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) ini percaya UU Cipta Kerja akan mampu menyehatkan industri telekomunikasi nasional. Karena dengan spectrum sharing akan membuat perusahaan telekomunikasi menjadi lebih efisien.

“Dengan sharing ini pelaku usaha akan efektif dan efisien dalam menggelar layanan 5G. Sehingga ujung-ujungnya yang mendapatkan manfaat adalah masyarakat dan negara. Masyarakat bisa mendapatkan customer experience yang baik dengan harga yang terjangkau. Sementara negara bisa mendapatkan manfaat berupa pajak dan pendapatan non pajak,” terang Merza.

Karena spirit dari UU Cipta Kerja ini sudah sangat baik, Merza berharap nantinya aturan pelaksananya seperti Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) dan Rancangan Peraturan Menteri (RPM) juga sejalan. Agar seluruh regulasi sejalan, semua aturan pelaksanaan UU harus benar-benar tertulis dengan jelas dan tidak multi tafsir. Sehingga bisa memberikan kepastian baik bagi pelaku usaha maupun masyarakat.

“Mari kita manfaatkan bersama UU Cipta Kerja yang sudah bagus ini untuk kemajuan bersama. Saya sangat berharap dengan dibukanya spectrum sharing jangan sampai ada pelaku usaha yang hanya memanfaatkannya sebagai sarana jual beli spektrum frekuensi. Jika itu sampai terjadi maka bahaya. Di PP dan PM nya harus sangat tegas mengatur larangan jual beli spektrum frekuensi. Mari kita kawal UU Cipta Kerja ini dari RPP hingga RPM,” pinta Merza.

Aturan lebih rinci

Saat ini aturan yang terdapat dalam UU Cipta Kerja masih sangat umum. Nantinya harus ada aturan yang lebih rinci lagi yang akan dituangkan baik itu di PP maupun PM. Ada beberapa kalimat di dalam UU tersebut yang harus dijelaskan lebih detail baik di PP atau PM.

Merza memberikan contoh dalam UU Cipta Kerja disebutkan bahwa Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) dapat memberikan fasilitas dan kemudahan membangun infrastruktur telekomunikasi. Selanjutnya di pasal lainnya disebutkan dalam menyediakan infrastruktur pasif telekomunikasi, Pemerintah Pusat dan Pemda dapat mengenakan biaya yang terjangkau.

“Nah Pemerintah memberikan fasilitas dan kemudahan ini seperti apa. Apakah seluruh gorong-gorong dapat dipakai untuk infrastruktur telekomunikasi? Apakah kemudahan itu berarti beberapa izin dihilangkan? Mengenai biaya sewa yang terjangkau, ini menurut siapa terjangkau? Jangan sampai Pemda menetapkan biaya sendiri yang tinggi sehingga membuat layanan telekomunikasi menjadi mahal. Itu yang harus dirinci dan tegas dibahas di PP dan PM. Jika belum jelas maka belum bisa diaplikasikan,” tegas Merza.

Baca juga: Omnibus Law Jadi Katalis Positif Industri Telekomunikasi

Agar tujuan UU Cipta Kerja ini dapat segera tercapai dan tidak menimbulkan beban, Merza berharap dalam membuat RPP dan RPM nantinya, harus melibatkan seluruh stake holder telekomunikasi di Indonesia. Baik itu dari unsur masyarakat, KPPU, Kementerian terkait maupun pelaku usaha.

“Saya berharap nantinya seluruh stake holder telekomunikasi dapat berperan aktif untuk memagari RPP dan RPM yang nanti akan dibuat oleh pemerintah. Tujuannya agar dapat tetap menjaga spirit positif dari UU Cipta Kerja. Tentunya dengan tetap menjunjung tinggi serta menjaga iklim persaingan usaha yang sehat bagi sektor telekomunikasi,”pungkas Merza.

Lebih lanjut menurut Merza, UU ini memberikan manfaat bagi seluruh bangsa Indonesia. Yang paling diuntungkan adalah operator dominan. Namun, operator lainnya juga diuntungkan. Jadi UU Cipta Kerja ini menguntungkan para stake holder telekomunikasi.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Ombudsman: Harus Ada Pengganti BRTI

Techbiz.id - Menyusul dibubarkannya Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) oleh Presiden Joko Widodo, Ombudsman RI menlai harus...

Pengamat: BRTI Bubar, Indonesia Balik Ke Masa Monopoli

Techbiz.id - Pembubaran Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) oleh Presiden Joko Widodo dinilai pengamat telekomunikasi sebagai sebuah langkah mundur.

Jokowi Diminta Batalkan Pembubaran BRTI

Techbiz.id - Presiden RI, Joko Widodo diminta untuk membatalkan pembubaran Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Dalam Peraturan Presiden...

Fitur Populer di Oppo Reno Series

Techbiz.id - Banyak faktor yang menjadi pertimbangan konsumen saat akan membeli perangkat smartphone. Selain dari spesifikasi, desain, dan komposisi kamera, fitur yang tersemat...

SURGE Siapkan Internet Gratis di Ruang Publik

Techbiz.id - Untuk mengurangi kesenjangan akses internet berkualitas dan terjangkau, SURGE sedang mengembangkan jaringan internet gratis untuk publik dan akan selesai dalam...
- Advertisement -

Artikel Terkait