Tuesday, March 9, 2021
Home Apps Harga Melesat, Twitter Bakal Bayar Gaji pakai Bitcoin?

Harga Melesat, Twitter Bakal Bayar Gaji pakai Bitcoin?

Must Read

Melihat Wujud Mi 11 Ultra yang Siap Hadir di Indonesia

Techbiz.id - Xiaomi agaknya tengah bersiap merilis perangkat baru di Indonesia. Baru-baru ini, Mi 11 Ultra telah mengantongi sertifikasi...

Super Ngebut, Hasil Benchmark ROG Phone 5 Cetak Rekor Baru

Techbiz.id - Asus ROG Phone 5 diketahui akan memulai debutnya pada 10 Maret mendatang. Jelang peluncuran, hasil benchmark dari...

Seagate Sediakan IronWolf untuk Penyimpanan Profesional Kreatif

Techbiz.id - Seagate Technology mengumumkan pembaruan terhadap lini perangkat IronWolf dan IronWolf Pro Network Attached Storage (NAS) untuk penggunaan di...

Whatsapp Hadirkan Panggilan Desktop yang Aman

Techbiz.id - Pengguna WhatsApp kini bisa melakukan panggilan suara dan video individual yang selalu privat dan aman melalui aplikasi...

Mulai Rp13 Juta, Laptop Acer Nitro 5 Sasar Gamer Kelas Berat

Techbiz.id - Acer baru saja meluncurkan laptop gaming terbaru dari keluarga Nitro 5, sekaligus menjadi laptop gaming pertama di...

Techbiz.id – Selang beberapa hari setelah pembuat kendaraan listrik, Tesla menginvestasikan $ 1,5 miliar dalam Bitcoin, petinggi Twitter berencana membayar gaji para karyawannya dengan mata uang Kripto tersebut.

Informasi itu disampaikan oleh kepala keuangan Twitter. Dirinya mengatakan bahwa perusahaan jejaring sosial media itu telah mempertimbangkan untuk membayar karyawan dan vendor menggunakan bitcoin.

- Advertisement -

Melalui wawancara dengan CNBC, CFO Twitter Ned Segal mengatakan bahwa perusahaan masih meninjau kasus penggunaan potensial dari cryptocurrency populer. Dalam hal ini, juga mempertimbangkan apakah perusahaan perlu memiliki aset digital di neraca.

Sayangnya, hingga kini Twitter masih belum memutuskan rencana mereka. Meskipun membeli bitcoin atau mata uang kripto lainnya tampaknya menguntungkan bagi banyak orang, di sisi lain, penerapannya sangat lambat terutama karena pengawasan peraturan.

Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yallen baru-baru ini memperingatkan bahwa penyalahgunaan cryptocurrency adalah masalah yang tengah berkembang. Dirinya pun sebelumnya telah menyuarakan kekhawatiran tentang penggunaan cryptocurrency.

Namun, justru selain Tesla yang sudah membelinya dan Twitter yang masih mempertimbangkannya, perusahaan lain sedang bergerak ke arah ini. Mastercard telah mengumumkan rencana untuk mulai mengizinkan pemegang kartu untuk bertransaksi dalam cryptocurrency tertentu. Perusahaan juga “secara aktif terlibat” dengan bank sentral di seluruh dunia dalam rencana mereka untuk meluncurkan mata uang digital baru, dilansir dari Gizmochina Jumat (12/2/2021).

Baca juga: Harga YFI Kalahkan Bitcoin, Tembus Ratusan Juta Rupiah

Kemungkinan ini akan menjadi momentum baru bagi mata uang bitcoin. Sebelumnya, harga bitcoin melesat tinggi, bahkan saat ini kabarnya sudah tembus USD 47 ribu sekitar Rp657 juta.

Hal itu lantaran adanya pengumuman dari Tesla yang dipimpin Elon Musk, bahwa mereka memborong bitcoin senilai USD 1,5 miliar.

Tesla menyampaikan pembelian bitcoin ini sebagai salah satu metode diversifikasi aset mereka. Perusahaan milik Elon Musk itu pun mengatakan pengguna mungkin saja nantinya dapat membeli mobil Tesla dengan mata uang digital tersebut.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Harga dan Spesifikasi PC Desktop Asus Terbaru

Techbiz.id - ASUS baru saja menghadirkan dua PC desktop untuk memenuhi berbagai kebutuhan bisnis mulai dari UKM hingga enterprise. Dua...

Artikel Terkait