Tuesday, April 20, 2021
Home News Google Batasi Aplikasi yang Mengakses Data Pengguna

Google Batasi Aplikasi yang Mengakses Data Pengguna

Must Read

Garmin Enduro, Jam Tangan Pintar dengan GPS Multisport

Techbiz.id - Erajaya Group bekerja sama dengan Garmin Indonesia menghadirkan Garmin Enduro, yaitu GPS Multisport watch dengan perfoma ultra. Kehadiran...

realme Official Store Siapkan Banyak Hadiah untuk Pemesanan realme 8 Pro

Techbiz.id - Untuk semakin memeriahkan pasca peluncuran realme 8 Series beberapa waktu lalu, realme kembali menyiapkan berbagai kejutan dengan...

Jadwal Debut Redmi 10 Kian ‘Dekat’

Techbiz.id - Usai memperluas keluarga Redmi 9 menjadi beberapa varian, kini Xiaomi dikabarkan bakal memulai debut bagi Redmi 10. Menurut...

GudangAda dan OCBC NISP Beri Pelatihan Bisnis Womenpreneur

Techbiz.id - GudangAda bersama Bank OCBC NISP meluncurkan #SegudangAsa, sebuah program pelatihan bisnis untuk memberdayakan para pelaku UMKM perempuan...

Tri Beri Akses Film Sampai Jadi Debu untuk Rayakan Ramadan

Techbiz.id - Masih dalam rangkaian program #TriBerkahBerlipat, pelanggan Tri dapat menyaksikan film “Sampai Jadi Debu” secara eksklusif melalui aplikasi...

Techbiz.id – Google terus memperbaiki platformnya. Kali ini, Google akan membatasi aplikasi di Play Store yang mampu mengakses data aplikasi lain yang sudah terinstall pada perangkat Android pengguna.

Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Ars Technica. Meskipun dianggap tidak berbahaya, data yang menunjukkan aplikasi terinstall di perangkat Android dapat digunakan developer aplikasi untuk mengetahui preferensi pengguna. Misalnya, preferensi kencan dan afiliasi politik.

- Advertisement -

Adapun aplikasi yang dimaksud adalah yang meminta izin “QUERY_ALL_PACKAGES”. Namun kini melalui kebijakan barunya, Google menganggap informasi tersebut sebagai “data pengguna pribadi dan sensitif,” sehingga perusahaan akan membatasi aplikasi mana yang diizinkan.

Kebijakan tersebut kabarnya mulai berlaku pada 5 Mei mendatang. Dengan demikian, mulai 5 Mei 2021, pengembang aplikasi harus memberikan alasan yang sangat bagus mengapa Google harus mengizinkan untuk mengakses informasi tersebut, seperti dikutip dari The Verge, Senin (5/4).

Nantinya, aplikasi hanya diizinkan jika “fungsi atau tujuan yang dihadapi pengguna inti, memerlukan visibilitas yang luas ke aplikasi yang diinstal di perangkat pengguna”.

Adapun aplikasi yang akan diizinkan untuk terus menggunakan izin ini meliputi pengelola file, browser, dan aplikasi anti virus yang membutuhkan data “untuk tujuan interoperabilitas”. Sementara, aplikasi perbankan, dompet digital, dan aplikasi lain yang melibatkan “fungsi transaksi keuangan” akan mendapatkan izin “untuk tujuan berbasis keamanan.”

Baca juga: Cloudera Data Platform Tersedia di Google Cloud

Khusus untuk aplikasi yang tidak memiliki kasus penggunaan yang dibenarkan akan dihapus dari Google Play Store. Semua developer yang akan mempertahankan izin di aplikasinya diharuskan melengkapi formulir deklarasi yang membenarkan penggunaannya.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Chip Langka, Stok Ponsel Black Shark Kosong

Techbiz.id - Kabar mengejutkan datang dari produsen ponsel gaming Black Shark yang mengakui bahwa ponsel flagship keluaran terbarunya mengalami...

Artikel Terkait