Kamis, Desember 9, 2021
BerandaNewsInfografikInfografik: Rapor Merah Kebocoran Data di Indonesia

Infografik: Rapor Merah Kebocoran Data di Indonesia

Must Read

Techbiz.id – Kasus kebocoran data masih terus terjadi dan sangat meresahkan di Indonesia. Data tersebut bahkan diperjualbelikan di dunia maya.

Hal ini tidak terlepas dari tidak kunjung disahkan Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi atau RUU PDP oleh pemerintah.

Berikut ini infografik beberapa kasus kebocoran data sepanjang 2021 yang berhasil dirangkum oleh redaksi:

Infografik Kebocoran Data di Indonesia

infografik kebocoran data

April 2021

Data pribadi sekitar 130.000 penggunan Facebook di Indonesia diduga bocor dan disebarluaskan di sebuah situs peretas amatir.

Mei 2021

Sejumlah data peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dijual di Raid Forums seharga 0,15 Bitcoin pada Mei 2021. Total data diperkirakan sebanyak 279 juta dan sebanyak 20 juta memiliki foto personal.

Juli 2021

Pada Juli 2021 sempat ramai beredar di media sosial ihwal dugaan penjualan data dua juta nasabah BRI Life dengan harga USD7.000 atau sekitar Rp 101,6 juta. Unggahan tersebut dibeberkan akun Twitter @HRock.

Terdapat 463.000 dokumen yang diperjualbelikan. Dokumen yang tertera dalam tangkapan layar berupa foto KTP elektronik, nomor rekening, nomor wajib pajak, akte kelahiran, dan rekam medis nasabah BRI Life.

Agustus 2021

Sebanyak 1,3 juta data pengguna e-HAC Kementerian Kesehatan diduga bocor. Sebuah situs pengulas perangkat lunak VPN, vpnMentor, memublikasikan temuan kebocoran pada bank data (database) e-HAC yang pertama kali diketahui pada 15 Juli 2021.

Baca juga: Begini Tanggapan Kominfo Terkait Dugaan Kebocoran Data eHAC

VpnMentor mengklaim telah berusaha menginformasikan kepada Kemenkes pada 21 dan 26 Juli 2021, tetapi tidak ditanggapi. Tindak lanjut dan penanggulangan kebocoran data yang dimaksud baru dilakukan sebulan setelahnya, yakni pada 24 Agustus 2021, ketika vpnMentor menginformasikan temuan itu ke Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

September 2021

Kasus kebocoran data ini termasuk yang menghebohkan karena melibatkan orang nomor satu di Indonesia. Nomor Induk Kependudukan (NIK) para calon presiden dan wakil presiden dalam Pemilu 2019 di media sosial beredar di internet.

NIK para calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2019 itu ditampilkan dalam laman infopemilu2.kpu.go.id. NIK Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin, serta kandidat pesaingnya, yang sekarang menjadi anggota kabinet, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno, dengan mudah diakses melalui mesin pencarian di internet.

November 2021

Kebocoran data kali ini melanda lembaga hukum Indonesia. Database berisi data pribadi personil Polri diduga telah bocor di forum online.

Baca juga:

Menurut Pakar Keamanan Siber Pratama Persadha, file data yang bocor tersebut berisi data pribadi mulai dari nama, NRP, pangkat, tempat dan tanggal lahir, Satker, jabatan, alamat, agama, golongan darah, suku, email, hingga nomor telepon.

Tidak hanya data di atas, dalam sampel database Polri yang dibagikan secara gratis itu juga terdapat kolom data rehab putusan, rehab putusan sidang, jenis pelanggaran, rehab keterangan, id propam, hukuman selesai, dan tanggal binlu selesai.

Terkait

Artikel Terkait

Daftar Paket Internet Indosat Terbaru, Masih Murah!

Techbiz.id - Seperti biasanya, Redaksi Techbiz kembali membagikan daftar paket internet Indosat terbaru. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, harga paket...