Saturday, March 6, 2021
Home Business Update Revenue Apple Menurun Akibat Corona

Revenue Apple Menurun Akibat Corona

Must Read

Polytron Pasarkan PAS 8E12, Speaker Digital Terbarunya

Techbiz.id - Setelah sukses memasarkan dua tipe pendahulunya yaitu PAS 8E28 dan PAS 8E22, Polytron mulai memasarkan produk speaker...

Aturan Turunan PP Postelsiar Harus Redam Konten Negatif

Techbiz.id - setelah terbitnya PP No 46 tahun 2021 tentang Postelsiar tantangannya sekarang adalah bagaimana Pemerintah dapat membuat aturan...

Terungkap, Inikah Harga Redmi Note 10 Pro?

Techbiz.id - Rumor mengenai Redmi Note 10 Series terus beredar. Kali ini giliran harga yang dibandrol Redmi Note 10...

Bersama Grab, Aplikasi Good Doctor Permudah Layanan Telemedis

Techbiz.id - Good Doctor baru saja meluncurkan aplikasi telemedis pertama perusahaan, Senin (1/3). Adapun sebelumnya, layanan Telemedis itu masih...

5 Smartphone RAM 8GB, Mulai Rp2 Jutaan

Techbiz.id - Kapasitas RAM biasanya menjadi salah satu pertimbangan dalam membeli sebuah smartphone. Tak heran jika dalam hal ini...

Techbiz.id – Menurut laporan IDC, pengiriman ponsel di China mengalami penurunan sebanyak 30% di kuartal pertama 2020. Wabah Corona pun ikut berkontribus terhadap penurunan tersebut

Apple menjadi salah satu perusahaan yang merasakan efek global dari virus Corona yang berdampak terhadap revenue perusahaan. Bahkan, dikutip dari The Verge, Selasa (18/2/2020) Apple juga tak lagi berharap dapat memenuhi target revenue pada Q2 di 2020.

- Advertisement -

Hal tersebut dikarenakan, beberapa pabrik iPhone yang berada di Hubei, China, juga terpaksa ditutup. Sedangkan, khusus di luar provinsi Hubei, pabrik manufuktur sudah dibuka kembali. Namun, sejumlah tenaga kerja harus dikarantina karena diduga terjangkit Corona. Sehingga, produksi menjadi lebih lambat dari biasanya.

“Sementara situs manufuktur iPhone kami yang berlokasi di luar provinsi Hubei telah dibuka kembali, mereka (memproduksi) lebih lambat dari yang kami perkirakan.” ujar Apple, dikutip dari Ubergizmo, Selasa (18/2/2020).

“kekurangan pasokan iPhone untuk sementara waktu akan mempengaruhi pendapatan di seluruh dunia,” imbuh Apple.

Baca juga: Apple Pay Diperkirakan Tumbuh Rp9,4 Triliun

Tak hanya itu, raksasa teknologi ini juga telah memberikan peringatan kepada tiap investor Apple terkait kemungkinan tak ada ‘guidance revenue’ pada Maret 2020. Pasalnya, beberapa toko Apple di China juga terpaksa ditutup karena wabah Corona.

Meskipun, pada 14 Februari lalu, Apple sudah membukanya kembali dengan jam operasional yang terbatas. Sejauh ini, kesehatan dan nasib para karyawan pabrik iPhone manjadi prioritas utama bagi Apple. Menurutnya, perusahaan telah secara khusus menggandeng pakar kesehatan.

“Kesehatan dan kesejahteraan setiap orang yang membantu membuat produk-produk ini menjadi mungkin adalah prioritas utama kami, dan kami bekerja dalam konsultasi erat dengan para pemasok dan pakar kesehatan masyarakat,” terang Apple.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Oppo Kenalkan Reno5 Edisi Spesial Marvel Avengers

Jakarta, 6 Maret 2021 – Terjawab sudah, edisi spesial perangkat Reno5 yang dikabarkan segera meluncur di Indonesia merupakan hasil...

Artikel Terkait