Tuesday, April 20, 2021
Home News Xiaomi Ajak Penggunanya Perbanyak Gerak

Xiaomi Ajak Penggunanya Perbanyak Gerak

Must Read

Xiaomi Paparkan Makna Logo Barunya

Techbiz.id - Xiaomi resmi menggunakan logo baru sebagai identitas visual perusahaan yang mengusung filosofi timur dengan konsep desain...

Tiga Lensa G Terbaru Sony Hasilkan Gambar Bokeh yang Indah

Techbiz.id - Sony Indonesia resmi mengumumkan tiga lensa G untuk jajaran E-mount, yaitu FE 50mm F2.5 G (model SEL50F25G),...

Susul Apple dan Samsung, Huawei P50 Akan Tiba Tanpa Pengisi Daya

Techbiz.id - Huawei agaknya menjadi vendor smartphone dengan nama besar terbaru yang dilaporkan mempertimbangkan untuk membuang pengisi daya dari...

Indosat Ooredoo Jalankan Uji Coba OpenRAN di Jaringan 4G

Techbiz.id – Indosat Ooredoo menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang menjalankan uji coba lapangan OpenRAN (Radio Access Network)...

vivo X60 Series Mulai Dijual di Pasar Indonesia

Techbiz.id - vivo Indonesia mengumumkan penjualan perdana smartphone terbarunya dalam program Super Selling Day vivo X60 Series 5G Co-engineered with ZEISS...

Techbiz.idXiaomi mengajak masyarakat untuk meninggalkan gaya hidup kurang bergerak atau sedentary lifestyle bersama perangkat AIoT yang diperkenalkan yakni Mi Watch dan Mi Watch Lite.

Bersama dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Sophia Hage, SpKO, mereka yang bekerja atau belajar dari rumah harus tetap meluangkan waktu untuk bergerak dan berolahraga memanfaatkan jam tangan pintar yang memiliki sederet fitur olahraga dan kesehatan.

- Advertisement -

Sedentary lifestyle atau gaya hidup kurang gerak adalah salah satu gaya hidup yang semakin berkembang sejak pandemi COVID-19, ditandai dengan berkurangnya aktivitas fisik seseorang akibat bekerja dari rumah (WFH) atau belajar dari rumah (SFH) karena menghabiskan sebagian besar waktu dengan berdiam menghadap layar, duduk, dan berbaring.

Baca juga: Xiaomi Paling Laris di Harbolnas 12.12

Sebuah penelitian dari The Chinese University of Hongkong yang dipublikasikan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health pada bulan Agustus 2020 mengamati perilaku sedentary selama pandemi padahal gaya hidup ini rentan dengan sejumlah masalah kesehatan.

Meskipun belum ada penelitian secara khusus mengenai perkembangan sedentary lifestyle selama pandemi di Indonesia, kecenderungannya sudah terlihat berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2018.

Sedentary lifestyle xiaomi

Disebutkan dalam riset tersebut bahwa 33,5% masyarakat Indonesia kurang beraktivitas fisik, angka yang kemungkinan bakal meningkat selama pandemi.

Menurut Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dr. Sophia Hage, SpKO, sedentary lifestyle memiliki dampak kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh mulai dari obesitas, hipertensi, diabetes, penyakit jantung, osteoporosis hingga berpengaruh pada kesehatan mental.

“Siapapun memiliki risiko terjebak ke dalam sedentary lifestyle, bahkan yang muda sekalipun. Kabar baiknya, kita dapat mengurangi hal ini dengan aktif bergerak serta berolahraga,” katanya.

Sophia melanjutkan, hal yang dapat dilakukan untuk mencegah sedentary lifestyle adalah tetap aktif bergerak meskipun seharian berada di dalam rumah.

Beberapa aktivitas seperti peregangan secara berkala setiap 2 atau 3 jam, membereskan rumah, perbanyak jalan kaki, dan mengurangi waktu duduk atau rebahan akan menjadi pelengkap dari olahraga teratur yang dilakukan.

Pengguna juga dapat menggunakan teknologi seperti smartwatch untuk memantau pola dan durasi aktivitas fisik harian.

Head of PR Xiaomi Indonesia, Stephanie Sicilia, mengatakan bahwa kehadiran Mi Watch dan Mi Watch Lite di Indonesia adalah perwujudan komitmen Xiaomi untuk membantu masyarakat Indonesia dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup melalui teknologi.

“Melalui perangkat cerdas Mi Watch dan Mi Watch Lite, Xiaomi mengajak masyarakat untuk dapat mengimbangi gaya hidup aktifnya dengan tidak lupa melakukan cukup aktivitas fisik agar tak terjebak dalam sedentary lifestyle,” ucapnya.

Mi Watch dan Mi Watch Lite yang diperkenalkan pada 8 Desember 2020 lalu merupakan perangkat AIoT dengan fitur untuk memantau kebugaran badan, mengukur aktivitas olahraga, dan menyodorkan informasi penting dari kondisi fisik pengguna.

Informasi yang disajikan seperti denyut jantung, siklus tidur, dan tingkat stres sekaligus pengingat untuk bergerak. Keduanya memiliki desain yang premium, serta daya tahan berikut daya pakai yang bisa mengimbangi aktivitas fisik dari penggunanya.

Mi Watch mampu mencatat 117 jenis latihan olahraga sementara Mi Watch Lite dengan 11 latihan olahraga, dua perangkat ini bisa dipergunakan di bawah air hingga kedalaman 50 meter sehingga bisa tetap dikenakan sambil berenang atau arung jeram. Beberapa indikator fisik yang bisa dibaca oleh Mi Watch adalah kadar oksigen dalam darah, siklus tidur, dan latihan pernafasan.

Hadir dengan desain premium, baik Mi Watch maupun Mi Watch Lite bisa dipersonalisasi oleh penggunanya melalui enam pilihan warna gelang jam yang bisa diganti sesuai mood dan penampilan.

Tidak hanya itu, pengguna juga membuat perangkat itu makin personal dengan mengubah tampilan watch face. Tidak pernah ketinggalan informasi terkini karena dua perangkat tersebut bisa menampilkan notifikasi atau panggilan yang masuk ke smartphone.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Bagikan THR, Tiket.com Berikan Diskon Hotel dan Pesawat Hingga 70%

Techbiz.id - Aplikasi penyedia jasa perjalanan online, Tiket.com tengah menggelar program diskon tahunan di bulan Ramadhan, yakni Tiket Hari...

Artikel Terkait