Jumat, September 30, 2022

Rusia Kini Blokir Facebook dan Twitter

Techbiz.id – Memasuki hari ke-3 Invasi yang digencarkan Rusia ke Ukraina, Rusia telah memblokir akses ke Twitter dalam upaya nyata untuk menahan arus informasi, menurut laporan dari kelompok pemantau internet, NetBlocks.

Dalam laporannya, NetBlocks melihat koneksi yang gagal atau sangat dibatasi di setiap penyedia telekomunikasi utama Rusia, termasuk Rostelecom, MTS, Beeline, dan MegaFon.

Disebutkan, masyarakat Rusia masih dapat mengakses Twitter melalui layanan VPN, tetapi untuk koneksi langsung dibatasi. Bahkan pemblokiran ini juga dikonfirmasi oleh seorang jurnalis BBC.

Ia mengatakan akses Twitter “sangat dibatasi,” mengatakan “pesan ini berhasil, tetapi butuh beberapa saat.”, seperti yang dilansir dari The Verge, Senin (28/2/2022).

Adapun motif dibalik pembatasan akses ini masih belum jelas, tetapi langkah ini muncul di tengah tindakan keras yang lebih luas terhadap platform media sosial di negara tersebut.

Alih-alih menjelaskan, Rusia justru mengumumkan pemblokiran baru di Facebook. Pembatasan akses ini diambil setelah platform tersebut menghapus akun empat organisasi media yang dikelola pemerintah.

Menurut pemerintah Rusia, akes itu merupakan sebuah pelanggaran terhadap “hak dan kebebasan warga negara Rusia.”

Baca juga: Fokuskan Keselamatan, Twitter Suspen Tweet Iklan di Rusia dan Ukraina

Twitter sendiri mengakui kalau platform-nya telah diblokir di Rusia. Mereka mengaku berusaha untuk membuat layanannya aman dan tetap bisa diakses.

“Kami percaya orang harus mendapat akses yang bebas dan terbuka ke internet, yang sangat penting dalam waktu krisis,” tulis Twitter lewat akun @Policy.

Terlepas dari itu, media pemerintah Rusia telah menyajikan informasi dengan sangat ‘halus’. Sebagian besar berfokus pada penderitaan para pengungsi dari provinsi Donbas Timur.

Hal ini berbanding terbalik dengan platform media sosial yang telah menggambarkan kondisi yang lebih parah. Seperti sebuah video yang beredar luas menunjukkan sebuah rudal Rusia menyerang sebuah menara apartemen perumahan di Kyiv, sebuah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional

Akses internet di Ukraina sejauh ini disebut masih berfungsi di beberapa daerah dan tak ada pemblokiran Twitter di negara tersebut. Namun beberapa analis memperkirakan Rusia bisa saja menyita infrastruktur telekomunikasi dan mematikan hubungan komunikasi Ukraina dengan dunia luar.

Terkait

Artikel Terkait

88 Persen Karyawan di Indonesia Siap Rapat di Metaverse

Techbiz.id - Para profesional bisnis berdasarkan penelitian global terbaru yang dilakukan oleh Ciena, menyatakan siap untuk berkolaborasi di dunia...