Tuesday, April 20, 2021
Home Apps 25 Juta Orang Berbondong Gunakan Telegram

25 Juta Orang Berbondong Gunakan Telegram

Must Read

New Energy Nexus Indonesia Gelar Hackathon Ekosistem Mobil Listrik

Techbiz.id - New Energy Nexus Indonesia meluncurkan hackathon keduanya di Indonesia, energize Indonesia 2021, yang dirancang khusus untuk mengidentifikasi...

Tiga Lensa G Terbaru Sony Hasilkan Gambar Bokeh yang Indah

Techbiz.id - Sony Indonesia resmi mengumumkan tiga lensa G untuk jajaran E-mount, yaitu FE 50mm F2.5 G (model SEL50F25G),...

WhatsApp Ingatkan Pengguna yang Tak Setuju Kebijakan Baru, Ini Akibatnya

Techbiz.id - Aplikasi perpesanan populer, WhatsApp kembali mengingatkan bahwa waktu yang digunakan untuk menerapkan kebijakan baru dalam menggunakan layanan...

Tri Beri Akses Film Sampai Jadi Debu untuk Rayakan Ramadan

Techbiz.id - Masih dalam rangkaian program #TriBerkahBerlipat, pelanggan Tri dapat menyaksikan film “Sampai Jadi Debu” secara eksklusif melalui aplikasi...

Bagikan THR, Tiket.com Berikan Diskon Hotel dan Pesawat Hingga 70%

Techbiz.id - Aplikasi penyedia jasa perjalanan online, Tiket.com tengah menggelar program diskon tahunan di bulan Ramadhan, yakni Tiket Hari...

Techbiz.id – Dalam 72 jam terakhir, sebanyak 25 juta pengguna baru kini menggunakan layanan perpesanan Telegram. Pada minggu pertama Januari 2021 sediri pengguna aktif bulanan Telegram telah melampaui 500 juta pengguna.

Pengguna baru ini disebutkan Telegram dalam akun Durov’s Channel datang dari seluruh dunia – 38% dari Asia, 27% dari Eropa, 21% dari Amerika Latin dan 8% dari MENA.

- Advertisement -

Ini merupakan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun lalu, ketika 1,5 juta pengguna baru mendaftar setiap hari. Telegram menyebutkan pernah mengalami lonjakan unduhan sebelumnya, sepanjang sejarah 7 tahun kami dalam melindungi privasi pengguna. Tapi kali ini berbeda.

Baca juga: WhatsApp Business Ada Fitur Keranjang Belanja

“Orang tidak lagi ingin menukar privasi mereka dengan layanan gratis. Mereka tidak ingin lagi disandera oleh monopoli teknologi yang tampaknya berpikir bahwa mereka dapat melakukan apa saja selama aplikasi mereka memiliki banyak pengguna yang kritis,” sebut Telegram

Dengan setengah miliar pengguna aktif dan pertumbuhan yang semakin cepat, Telegram mengau telah menjadi tempat perlindungan terbesar bagi mereka yang mencari platform komunikasi yang berkomitmen pada privasi dan keamanan.

pengguna baru telegram

“Kami mengambil tanggung jawab ini dengan sangat serius. Kami tidak akan mengecewakan Anda,” tegasnya.

Tidak seperti aplikasi populer lainnya, Telegram mengaku tidak memiliki pemegang saham atau pengiklan untuk melapor.

“Kami tidak berurusan dengan pemasar, penambang data, atau lembaga pemerintah. Sejak hari kami meluncurkannya pada Agustus 2013, kami belum mengungkapkan satu byte pun dari data pribadi pengguna kami kepada pihak ketiga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Telegram beroperasi dengan cara ini karena perusahaan tidak menganggap Telegram sebagai organisasi atau aplikasi. Bagi kami, Telegram adalah sebuah ide; ini adalah gagasan bahwa setiap orang di planet ini memiliki hak untuk bebas.

- Advertisement -

Artikel Terbaru

Bagikan THR, Tiket.com Berikan Diskon Hotel dan Pesawat Hingga 70%

Techbiz.id - Aplikasi penyedia jasa perjalanan online, Tiket.com tengah menggelar program diskon tahunan di bulan Ramadhan, yakni Tiket Hari...

Artikel Terkait