Tuesday, March 9, 2021
Home Apps Twitter Bakal Tandai Akun Pejabat di Indonesia

Twitter Bakal Tandai Akun Pejabat di Indonesia

Must Read

ADA Tawarkan MarTech untuk Optimalkan Penjualan

Techbiz.id - ADA meluncurkan layanan Marketing Technology (MarTech) baru untuk seluruh kawasan Asia-Pasifik (APAC), termasuk Indonesia yang akan membantu...

JOOX Hadirkan Playlist Khusus Bareng Janji Jiwa

Techbiz.id - Dalam rangka Hari Musik Nasional, Janji Jiwa bersama JOOX menghadirkan kampanye bertajuk “Kopi, Musik Cerita Jiwa”. Mulai...

XL Axiata Tingkatkan Keamanan Data Pelanggan

Techbiz.id - Untuk keperluan meningkatkan kemampuan dalam proteksi dan keamanan terhadap data pelanggan korporasi, XL Axiata menggandeng Helios Data...

Super Ngebut, Hasil Benchmark ROG Phone 5 Cetak Rekor Baru

Techbiz.id - Asus ROG Phone 5 diketahui akan memulai debutnya pada 10 Maret mendatang. Jelang peluncuran, hasil benchmark dari...

Terungkap, Inikah Harga Redmi Note 10 Pro?

Techbiz.id - Rumor mengenai Redmi Note 10 Series terus beredar. Kali ini giliran harga yang dibandrol Redmi Note 10...

Techbiz.id – Twitter tampaknya segera menghadirkan fitur baru di Indonesia, terkait akun pengguna. Jejaring sosial media populer itu akan mulai menambahkan label ke akun pengguna yang dimiliki oleh pejabat pemerintah atau media yang didukung negara.

Dalam hal ini, perusahaan dikatakan ingin memudahkan penggunanya untuk mengidentifikasi akun resmi miliki pemerintah dan media yang berafiliasi dengan negara.

- Advertisement -

“Akun pejabat pemerintah utama, termasuk menteri luar negeri, entitas kelembagaan, duta besar, juru bicara resmi dan pemimpin diplomatik utama. Dan fokusnya adalah pada pejabat senior dan entitas yang merupakan suara resmi negara di luar negeri” jelas Twitter, dikutip dari Engadget (14/2/2021).

Pada awalnya label tersebut hanya diterapkan kepada akun pejabat di AS, Inggris, Rusia, Cina, dan Prancis. Saat ini, perusahaan mengatakan akan memperluas upaya untuk mencakup akun yang berbasis di Indonesia, Kanada, Kuba, Ekuador, Mesir, Jerman, Honduras, Iran, Italia, Jepang, Arab Saudi, Serbia, Spanyol, Thailand, Turki, dan Uni Emirat Arab.

Twitter mengatakan akan memperluas label berdasarkan negara-negara yang menjadi bagian dari G7, serta “negara-negara yang Twitter kaitkan dengan operasi informasi terkait negara.”

Label baru nantinya akan menunjukkan kapan akun dijalankan oleh pejabat atau organisasi pemerintah. Fitur ini kabarnya akan mulai bergulir minggu depan.

Tak hanya pejabat pemerintah saja, platform yang dipimpin oleh Jack Dorsey juga akan melabeli akun milik kepala negara dan organisasi media yang didukung negara.

Khusus media yang berafiliasi dengan negara, Twitter akan memberi label akun resmi untuk nama media tersebut. Diikuti dengan akun pribadi yang menjabat menjadi pimpinan redaksi atau staf senior.

Baca juga: Harga Melesat, Twitter Bakal Bayar Gaji pakai Bitcoin?

“Perusahaan mendefinisikan media pemerintah sebagai saluran di mana negara mengontrol konten editorial melalui sumber keuangan, tekanan politik langsung atau tidak langsung, dan / atau kontrol atas produksi dan distribusi,” ujar Twitter.

Perlu diketahui, dengan adanya pelabelan akun kepada media yang berafiliasi dengan negara, maka akun ini tidak akan muncul lagi dalam rekomendasi Twitter.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Smartphone Snapdragon 888 Xiaomi Akan Sapa Indonesia

Techbiz.id - Xiaomi, memastikan akan menjadi brand pertama yang menghadirkan smartphone berteknologi chipset terbaru Qualcomm Snapdragon 888 ke Indonesia. Menurut...

Artikel Terkait