Wednesday, October 21, 2020
Home Fintech September 2020: Sebanyak 126 Pinjaman Online Ilegal Ditutup

September 2020: Sebanyak 126 Pinjaman Online Ilegal Ditutup

Must Read

Telkomsel Gelar Kompetisi Video Berhadiah Ratusan Juta

Techbiz.id - Telkomsel mengajak content creators Indonesia untuk menciptakan kreasi positif bagi masyarakat lewat URVideo Competition 2020.

Smartphone Pengisian Daya Tercepat Realme Resmi Dirilis

Techbiz.id - Smartphone dengan pengisian daya tercepatnya, realme 7 Pro akhirnya resmi di rilis realme ke pasar...

Survei Adjust: Aplikasi Streaming Berbayar Paling Banyak Diunduh

Techbiz.id - Platform pemasaran aplikasi global Adjust menerbitkan hasil survei konsumen AS yang mengkaji intensifikasi paket berlangganan...

Techbiz.id – Sebanyak 126 pinjaman online atau fintech lending ditutup oleh Satgas Waspada Investasi. Selain memblokir fintech ilegal, Satgas Waspada Investasi juga melakukan penutupan terhadap 32 entitas investasi dan 50 perusahaan gadai tanpa izin.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan tawaran dari penyedia pinjaman uang berbasis online dan investasi tanpa izin masih banyak bermunculan di masyarakat  dan mengincar kalangan yang pendapatannya terdampak pandemi Covid-19.

- Advertisement -

“Kami masih menemukan penawaran fintech lending ilegal dan investasi tanpa izin yang sengaja memanfaatkan kesulitan keuangan sebagian masyarakat di masa pandemi ini. Fintech lending dan tawaran investasi ilegal ini hanya bikin rugi dan bukanlah solusi bagi masyarakat,” kata Tongam dalam siaran pers yang diterima techbiz.id.

Menurut Tongam, pinjaman yang diberikan oleh penyedia fintech ilegal ini selalu mengenakan bunga yang tinggi dan jangka waktu pinjaman pendek. Bahkan, mereka juga bisa meminta semua akses data kontak di telepon genggam.

Baca juga: Daftar Perusahaan Pinjaman Online Resmi September 2020

Semua temuan Satgas Waspada Investasi ini identitasnya sudah diserahkan kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk diblokir aksesnya di laman internet dan di aplikasi jaringan seluler.

Satgas juga sudah menyampaikan laporan informasi identitas fintech lending ilegal ini kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum.

Baca juga: Agar Tak Terjebak Fintech Ilegal, Begini Caranya

Selain itu, Satgas juga mengapresiasi kebijakan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) yang melarang perusahaan fintech lending yang terdaftar dan berizin OJK melakukan penawaran melalui SMS sesuai dengan ketentuan OJK. Sehingga bisa dipastikan bahwa jika ada penawaran pinjaman dana fintech lending melalui SMS berarti itu dilakukan oleh fintech lending ilegal yang sebaiknya dihindari.

Pasal 43 POJK 77/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi menyebutkan larangan melakukan penawaran layanan kepada Pengguna dan/atau masyarakat melalui sarana komunikasi pribadi tanpa persetujuan pengguna.

Adapun total fintech ilegal yang telah ditangani Satgas Waspada Investasi untuk ditutup sejak tahun 2018 s.d. September 2020 mencapai 2840 entitas.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Oppo Perluas Portofolio Rangkaian Produk IoT

Techbiz.id - Oppo terus memperluas portofolionya di pasar IoT dengan meluncurkan serangkaian produk terbarunya dalam acara yang...

LinkAja Sediakan Pembayaran Digital di Banyuwangitourism

Techbiz.id - Mendukung sektor pariwisata Banyuwangi, LinkAja menghadirkan solusi pembayaran elektronik pada aplikasi Banyuwangitourism. Banyuwangi yang telah beberapa kali mendapatkan...

Kenalin Hi App, Aplikasi Chat Buatan Anak Bangsa

Techbiz.id - Aplikasi Chatting buatan anak bangsa, Hi App resmi diluncurkan oleh PT. Hello Kreasi Indonesia (HKI). Aplikasi yang...

4 Rekomendasi dalam Whitepaper Keamanan Siber Indonesia

Techbiz.id - Center for Digital Society (CfDS) dan Onno Center mengeluarkan rekomendasi keamanan siber Indonesia dalam whitepaper yang telah disusun dan mendaat...

Tips Membuat Konten OOTD Agar Menarik

Techbiz.id - Selama beraktivitas di rumah akibat pembatasan sosial, membuat konten Outfit of The Day (OOTD) tetap bisa dilakukan dengan sangat menarik untuk...
- Advertisement -

Artikel Terkait